Wujud Meteora, Situs Religi Menakjubkan di Atas Langit

Inilah wujud sebenarnya Meteora, situs religi menakjubkan 'di atas langit'

Mungkin banyak di antara kalian yang sudah akrab atau setidaknya pernah mendengar kata Meteora. Benar sekali, ini adalah judul album salah satu band nu-metal kondang Linkin Park. Tetapi apakah sebenarnya Meteora itu?

Meteora adalah sebentuk formasi batuan yang ada di Yunani. Tepatnya di tepi barat laut Dataran Thessalia, berdekatan dengan Kalambaka, Sungai Pineios, dan Pegunungan Pindus. Tebing menjulang serupa pilar ini merupakan tempat berdirinya salah satu kompleks biara Ortodoks Timur terpenting di negeri para dewa Olympus.

Meteora © ReverseHomeSickness

Meteora © ReverseHomeSickness

 

Dilansir Amusing Planet, kata Meteora berkaitan dengan meteor, berasal dari bahasa Yunani yang berarti ‘tergantung di udara’ atau ‘di atas langit’. Keenam biara yang berdiri di atasnya merupakan sebuah keindahan arsitektur yang menakjubkan untuk dipandang. Karena itulah situs tersebut sengaja dilestarikan dengan memasukkannya di dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO.

Meteora © ReverseHomeSickness

Biara Meteora di Yunani ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Andrei Pop

 

Biara-biara di Meteora dibangun di atas tebing curam yang dikelilingi bukit-bukit bulat. Letaknya sekitar 400 meter di atas lembah Peneas. Lokasi pendirian bangunan yang cukup ekstrem ini memang disengaja. Karena ketidakstabilan kondisi politik di Yunani pada abad 14, kehidupan beragama masyarakat ikut terancam. Biara-biara sengaja dibangun di lokasi yang sulit diakses. Sampai abad 15, ada sekitar 24 biara yang berdiri di Meteora. Saat itu dibutuhkan tangga ekstra panjang yang dikaitkan satu sama lain atau jaring besar untuk ditarik dengan tali dari puncak tebing. Walaupun begitu, sekarang Meteora sudah bisa diakses lewat jembatan yang jauh lebih dekat dan aman.

Saat ini hanya beberapa biara yang masih bertahan, antara lain Aghios Stephanos, Aghia Trias, Varlaam, dan Meteoron. Semuanya menjadi situs religi tempat warga menenangkan diri, bermeditasi, dan berdoa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *