Strategi Cerdas Siapkan Tabungan Pendidikan Anak Sejak Dini

Perencanaan pendidikan anak sangat penting untuk kesuksesannya di masa depan. Anda dapat mempersiapkannya sejak dini dengan membuka tabungan pendidikan anak. Akan tetapi, jangan lupa perhatikan berbagai upaya persiapan berikut ini untuk menentukan perencanaan pendidikan yang tepat hingga bisa menabung dengan konsisten.

  1. Melakukan Riset Pendidikan

Mempersiapkan dana pendidikan sudah menjadi kewajiban setiap orang tua demi memperjuangkan masa depan anak. Pendidikan yang menjadi kunci kesuksesan anak harus dipikirkan sejak dini agar benar-benar berhasil. Biaya pendidikan yang sesuai dapat dipersiapkan dengan melakukan riset pendidikan.

Pada awalnya, Anda harus melakukan riset atau penelusuran lebih lanjut mengenai rencana pendidikan anak. Anda perlu menentukan jenjang pendidikan anak yang akan ditempuh dan tujuan sekolahnya.

Mengenai hal tersebut, libatkanlah anak dalam pengambilan keputusan dengan mengajaknya berdiskusi atau minimal menanyakan kepadanya mengenai sekolah pilihannya. Dengan demikian, Anda bisa menentukan pilihan sekolah terbaik untuk anak sekaligus dengan persiapan biaya pendidikannya.

  1. Melakukan Kalkulasi Biaya

Setelah pilihan sekolahnya tepat, Anda dapat langsung melakukan kalkulasi biaya. Cari tahu semua biaya yang dibutuhkan, di antaranya biaya masuk, biaya bulanan, biaya seragam, dan biaya lainnya yang mendukung kegiatan di sekolah tersebut.

Berdasarkan informasi jenis biaya tersebut, Anda dapat menentukan range dana pendidikan yang diperlukan dan dijadikan pedoman untuk menyiapkan dana nantinya. Setelah mengetahui total keseluruhan biaya pendidikannya, jangan lupa untuk mempertimbangkan lagi. Apabila sanggup untuk menyiapkan dana tersebut, maka lanjutkan saja untuk membuka tabungan pendidikan.

  1. Mengatur Bujet Bulanan

Dalam rangka persiapan membuka tabungan pendidikan anak, Anda harus mulai mengatur bujet bulanan agar dapat menyisihkan sebagian dari pendapatan untuk ditabung. Selain tabungan pendidikan itu, siapkan juga dana darurat ke dalam tabungan pribadi Anda sebagai sumber dana cadangan jika terjadi kenaikan biaya pendidikan ataupun kebutuhan mendesak lainnya.

  1. Membuka Tabungan Berjangka

Setelah menghitung biaya pendidikan yang diperlukan, Anda dapat langsung membuka tabungan berjangka untuk pendidikan anak. Anda bisa memilih jangka waktu tabungan sesuai kesanggupan pribadi. Jangka waktu yang dapat dipilih adalah mulai 6 bulan sampai 20 tahun dengan jumlah setoran yang ditentukan sendiri. Sesuaikan dengan target besar tabungan yang akan dicapai.

  1. Mencari Penghasilan Tambahan

Setelah mempunyai tabungan berjangka untuk pendidikan anak, Anda tetap perlu memperhatikan kondisi keuangan. Agar dapat menabung secara aktif hingga tiba masanya tabungan tersebut diambil, Anda dapat mencari penghasilan tambahan agar dapat menabung lebih banyak.

Meskipun demikian, pilihlah pekerjaan sampingan yang tidak mengganggu pekerjaan utama sebagai sumber pendapatan utama. Sumber penghasilan tambahan dari pekerjaan baru ini diharapkan dapat melancarkan kesiapan menabung setiap bulannya.

  1. Berinvestasi

Investasi adalah pilihan lain bagi Anda yang ingin mendapatkan sumber penghasilan tambahan. Dengan berinvestasi, terdapat pemasukan yang bisa mendukung kelancaran dalam menabung. Anda bisa memilih investasi reksa dana yang risikonya lebih kecil dibandingkan investasi saham. Jika ingin nilainya lebih stabil, maka investasi emas dan properti bisa menjadi jalan keluarnya.

  1. Konsisten

Tips terakhir yang sangat menentukan adalah konsistensi. Anda yang memutuskan membuka tabungan pendidikan untuk anak, diharapkan dapat konsisten terus menabung setiap bulannya. Meskipun hal ini cukup sulit, kondisi keuangan yang baik dengan terus mengingat masa depan anak, dapat menjadi motivasi untuk terus disiplin menabung demi kelancaran pendidikan anak.

Melalui berbagai persiapan di atas, Anda dapat memberikan pendidikan yang terencana dan sesuai untuk anak sejak dini. Dengan adanya tabungan pendidikan anak, Anda sudah menyiapkan dana untuk membiayai pendidikan yang sesuai dengan perencanaan. Jadi, petakan jenis dan tujuan pendidikan anak. Jangan lupa, libatkan anak dalam memilih agar ia terus semangat belajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *