Janji Jokowi Selesaikan Masalah Sertifikat Tanah Tahun Ini

Masalah sertifikat tanah dalam rangka menghindari masalah sengketa lahan yang sering kali terjadi akan diselesaikan tahun ini oleh presiden Joko Widodo. Hal tersebut diumumkan pak presiden di depan masyarakat ketika membagikan 3000 surat bukti tanah di bilangan Cingkareng kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang.

Kegunaan Bukti Surat Tanah

Pak presiden mengatakan sering kali mendengar masalah persoalan lahan di berbagai daerah di Indonesia. Saat ini baru ada 46 juta lahan yang bersertifikat dari yang seharusnya ada 126 juta lahan yang bersertifikat. Dalam setahun kantor BPN hanya memproduksi 500 ribu dan jika ingin mencapai target maka BPN harus bekerja ekstra.

Dengan adanya sertifikat walaupun tanah tidak seberapa luas tetapi memiliki hak hukum yang jelas. Sehingga orang lain tidak bisa sembarangan mengambil lahan kita. surat bukti tanah ini juga bisa digunakan untuk memulai usaha dan penggunaan sertifikat tanah memerlukan kalkulasi yang matang.

Bukti Kepemilihan tanah bisa digadaikan dengan jumlah yang besar. Tetapi harus kita ingat bahwa sesuaikan dengan kemampuan membayar Anda agar tidak terjadi persengketaan kedepannya. Sertifikat bisa membantu kita dalam mengelolah lahan kita sebaik mungkin.

Alasan Dipercepatnya Pemberian Sertifikat untuk Tanah Kepada Rakyat

Alasan pemerintah mempercepat pemberian sertifikat untuk tanah kepada rakyat adalah untuk mengurangi masalah persengketaan lahan yang sangat sering terjadi di berbagai daerah di indonesia. Sengketa lahan yang sering terjadi adalah antara warga dengan pemerintah dan pihak perusahaan.

Sengketa lahan ini terjadi akibat belum banyak tanah bersertifikat. Oleh sebab itu, aka nada program percepatan pembuatan sertifikat untuk tanah untuk mengatasi sengketa lahan di berbagai wilayah di Indonesia.

Apakah Telah Mencapai Target?

Pada tahun 2017, telah ditargetkan untuk setaip tahun sertifikat untuk tanah yang diselesaikan harus 5 juta dan telah tercapai melebihi target awal, yaitu 5,4 juta sertifikat untuk tanah yang telah selesai dan diberikan kepada masyarakat.

Kemudian pada tahun 2018 target dinaikkan menjadi 7 juta yang dari target tersebut sampai akhir tahun 2018, telah selesai 9,4 juta sertifikat untuk tanah. Di daerah Ponorogo pada tahun 2023 seluruh tahan dan lahan akan disertifikasi.

Program sertifikasi tanah ini masih terus berjalan dan untuk tahun 2019 targetnya harus mencapai 11 juta sertifikat.

Sengketa Lahan Merupakan Masalah Penting yang Harus Diselesaikan

Program sertifikasi ini snagat penting, karena lahan dan tanah yang tidak bersertifikat sangat rentan untuk disalahgunakan. Dengan adanya sertifikasi lahan ini, masyarakat dihimbau untuk menggunakannya dengan bijak, dimanfaatkan dengan baik serta jangan sampai dipindahtangankan.

Dengan adanya sertifikasi biasanya masyarakat akan menyalahgunakannya dengan menjual kembali lahan tersebut dengan harga yang lebih mahal. Sertifikasi dan reforma agrarian itu sangat krusial karena pemberian property land berupa sertifikat telah menjadi incaran banyak orang terlebih jika bisa dijual kembali.

Berbagai hal bisa dipikirkan terkait penerima sertifikat harus memiliki syarat tertentu, atau dengan luas lahan tertentu. Masyarakat harus pandai mengelolah lahan mereka sendiri, agar solusi yang diberikan tidak menjasi masalah baru dikemudian hari.

Tentu hal ini menjadi tanggungjawab kita bersama tidak hanya satu pihak saja yang bertanggungjawab tetapi semua elemen yang terkait. Untuk menyelesaikan masalah sengketa lahan ini, tentu banyak aspek yang harus dipikirkan karena bisa saja pemberian sertifikat justru akan menimbulkan masalah baru lagi.

Masyarakat juga harus lebih pintar dalam memanfaatkan sertifikat tanah yang telah mereka miliki jangan sampai disalahgunakan. Mari kita bersama-sama membangun Indonesia lebih maju.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *